Waspada! Inilah 13 Faktor Penyebab Hipertensi Primer dan Sekunder

Waspada! Inilah 13 Faktor Penyebab Hipertensi Primer dan Sekunder

Seperti yang kita ketahui bahwa berdasarkan sumber menyebutkan ada dua jenis penyakit hipertensi, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Meskipun pada dasarnya hipertensi primer tidak memiliki penyebab yang akurat, inilah 7 faktor penyebab hipertensi primer yang perlu anda waspadai. Sebab sebagian besar pasien hipertensi mengalami hipertensi primer, yaitu 95% bergantung yang dilansir dalam hellosehat.com.

  1. Merokok

Rokok mengandung zat kimia yang mampu membuat pembuluh darah seseorang menjadi sempit. Tentunya masalah ini akan menjadikan tekanan meningkat, baik dalam jantung ataupun pembuluh darah.

  1. Obesitas

Apabila berat badan anda meningkat akan berpengaruh terhadap peningkatan oksigen dan nutrisi yang mengalir ke sel melewati pembuluh darah. Alhasil pembuluh darah dan jantun akan mengalami peningkatan tekanan dalam tubuh.

  1. Keturunan

Para ahli banyak menduga bahwasannya penyebab utama penyakit ini adalah faktor genetik atau keturunan. Hipertensi mudah menjangkit kepada seseorang yang memiliki riwayat penyakit yang sama di dalam keluarganya. Oleh karena itu konsultasikan kepada dokter untuk tindakan pencegahan lainnya.

  1. Stres

Stres akan mengakibatkan tensi darah seseorang mengalami pertambahan sebanyak 30 – 40%. Mengapa? Karena ketika seseoranng stres, otak akan mengeluarkan hormon norepinefrin, kortisol, dan adrenalin yang mengakibatkan denyut jantung meningkat. Disisi lain, hormon tersebut juga bekerja untuk menyempitkan diameter pada pembuluh darah seseorang. Terlebih jika stres tersebut mendesak anda untuk mengonsumsi rokok, alkohol, atau minuman keras lain yang menimbulkan tensi darah meningkat. Jadi jika anda stres sebaiknya segera cari cara untuk meredakannya.

  1. Usia

Risiko terdampaknya penyakit ini akan lebih besar seiring pertambahan usia seseorang. Semakin besar umur seseorang maka peluang besar menjadi pasien penyakit ini juga meningkat. Umumnya perempuan berusia di atas 65 tahun atau laki-laki berusia lebih dari 45 tahun mengalaminya.

  1. Banyak Mengonsumsi Garam Atau Sedikit Konsumsi Kalium

Sebenarnya anda tidak salah apabila mengonsumsi garam secukupnya. Tapi akan berakibat fatal apabila anda mengonsumsinya berlebihan. Jika anda banyak makan makanan yang mengandung garam dan sedikit kalium akan menyebabkan natrium dalam darah meningkat. Cairan tersebut akan terhambat dan ginjal harus bekerja keras untuk pengeluaran sisa limbah dalam tubuh. Tanpa disadari, cairan retensi akan mampu meningkatkan tekanan pada pembuluh darah. Journal of Human Hypertension merupakan jurnal berisi penelitian yang dipublikasi pada tahun 2002. Penelitian dalam jurnal tersebut menyatakan bahwa dianjurkan untuk mengurangi porsi garam (yang diolah dalam bentuk apapun) dari 10 gr menjadi 6 gr per hari akan dapat mengurangi risiko terkena penyakit darah tinggi. Tak hanya itu, jika anda mengurangi konsumsi garam juga dapat menurunkan kemungkinan kematian yang diakibatkan oleh penyakit jantung koroner akibat komplikasi hipertensi sebanyak 9% dan stroke hingga mencapai 14%.

  1. Kurangnya Aktivitas Fisik Dan Olahraga

Anda malas dalam beraktivitas maupun olahraga? Sebaiknya berhati-hati sebab mengakibatkan denyut jantung meningkat. Akibatnya dalam tugasnya untuk memompa darah jantung harus bekerja lebih ekstra. Ini akan berdampak buruk terhadap tekanan darah anda. Seperti yang kita tahu juga, selain tugas jantung menjadi lebih keras, peluang obesitas juga tinggi apabila anda kurang beraktivitas sebab berat badan akan mudah meningkat.

Lantas bagaimana penyebab hipertensi sekunder? Apakah ada perbedaan kondisi dengan penderita hipertensi primer? Berikut 6 poin yang harus anda waspadai pula.

  1. Penyakit Pembawa

Bagi anda yang memiliki penyakit pembawa sebaiknya berhati-hati dan fokus pada penyembuhan. Hal ini karena tidak menutup kemungkinan akan mengalami penyakit komplikasi lain, seperti hipertensi. Seperti sumber doktersehat.com, penyakit pembawa yang dimaksud antara lain penyakit kelenjar tiroid, cacat jantung, ginjal, kelainan pada pembuluh darah, tumor pada kelenjar adrenal, dan sebagainya.

  1. Sleep Apnea

Sleep apnea adalah istilah yang dipakai ketika mengalami masalah pernapasan ketika tidur. Akibatnya kadar oksigen dalam tubuh akan berkurang sehingga pembuluh darah dan fungsi jantung akan terganggu dan meningkatnya tekanan darah.

  1. Mengonsumsi Obat Tertentu

Menurut alodokter.com, obat yang dimaksud misalnya pil KB, obat penurun panas, obat batu pilek, atau obat pereda rasa sakit.

  1. Wanita Hamil
  2. Penyalahgunaan Narkoba atau Obat Terlarang
  3. Kecanduaan Minum Alkohol

Apa pendapat anda mengenai beberapa faktor penyebab hipertensi di atas? Harapan dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan anda terlebih ketika kerabat menderita penyakit ini. Jadi mulai sekarang dianjutkan untuk waspada dan jagalah kesehatan. Tak dapat dipungkiri, tentunya peran dokter lebih utama dalam mendeteksi penyebab penyakit ini. Oleh karena itu jangan ragu untuk menemuinya dan konsultasikan gejala atau keluhan yang anda alami.


shares